Segmen Pengunjung Cu

Segmen Pengunjung

  • Platform sosial dan konten Keagamaan dan motivasi yang disiapkan untuk generasi milenial. Generasi milenial muda dalam rentang umur 18-25 dan Milenial tua dalam rentang umur 35 tahun. Generasi yang hidup dan tinggal di kawasan rural dan urban. Dengan Jumlah 34 % Populasi Terbanyak pada 2020.

  • Kenapa Penting, Urban middle-class millennials adalah masyarakat yang memiliki daya beli. Seperti yang sudah dibilang sebelumnya, generasi milenial adalah generasi yang unik. Adanya segmen pasar tersebut sedikit banyak akan merubah paradigma dan konsep arah marketing. Jika suatu perusahaan ingin merebut pasar urban middle-class millennials tentunya harus memperhatikan karakter dan perilaku dari segmen tersebut. Urban middle-class millennials yang berjumlah 35 juta jiwa adalah ceruk pasar patut untuk dimenangkan.

  • Generasi millennial adalah generasi yang memiliki engagement (dikutip BCG). Seperti di kutip dari Mashable, Generasi Millennials tidak tertarik degan iklan televisi dan media cetak yang hanya dianggap cocok untuk generasi tua. Kedepan iklan produk melalui content video di internet maupun digital marketing lainya akan menjadi sebuah keniscayaan. (Sumber Alvara Research Center, 2016)

Preferensi Keagamaan

  • Seperti yang telah disampaikan pada pendahuluam sebelumnya, salah satu ciri dari masyarakat urban adalah lebih cenderung pada pendidikan umum, apalagi masyarakat kelas menengah. Meskipun sekarang banyak bermunculan sekolah terpadu, yang memadukan pendidikan umum dan agama, tetap saja jumlahnya masih cukup kecil, masih kalah jauh dengan jumlah sekolah umum.

  • Keadaan tersebut tentu akan berimplikasi  bagi masa depan kehidupan keberagamaan mereka dan keberagamaan di Indonesia pada umumnya. Hampir 90 % penduduk Indonesia beragama islam, sehingga masa depan beragamaan diIndonesia ditentukan oleh wajah keberagamaan umat islam. Hasil riset Alvara Research Center pada riset keberagamaan muslim kota tahun 2015, menemukan bahwa sebagian besar masyarakat muslim kota (57.3%) adalah masyarakat islam kultural dengan pemikiran moderat, namun jumlah tersebut bisa tereduksi lagi ditahun-tahun mendatang. (Sumber Alvara Research Center, 2016)

Individualis

  • Masyarakat islam kultural lebih suka melakukan ritual keagamaan secara komunal, misalnya dengan tahlil bersama, memperingati maulid nabi bersama, pengajian bersama, zikir bersama setelah sholat berjamaah dll. Masyarakat urban middle-class millennials adalah masyarakat yang cenderung individualis dan menempatkan materi diatas segalanya. Dengan karakter seperti itu, maka bukan tidak mungkin masyarakat akan beralih dari produk islam kultural ke produk islam puritan yang lebih mengusung keberagamaan yang cenderung individualis atau bahkan menjadi sekuler dan cuek dengan kehidupan keagamaanya sendiri.

Dari Kyai ke Internet

  • Sebagaimana kita tahu islam puritan lebih cenderung untuk tidak melakukan zikir bersama setelah sholat, tidak memperingati maulid nabi karena dianggap bid’ah dll, sehingga konsep tersebut cocok dengan karakter mereka yang individualis. Dari Kyai ke Internet. Sejak dulu Kyai adalah rujukan utama dalam kehidupan keagamaan umat islam. Dengan munculnya internet dan sosial media bukan tidak mungkin kedepan referensi ilmu keagamaan menempatkan internet sebagai rujukan mulai bertambah porsinya. Dengan internet referensi ilmu keagamaan menjadi lebih terbuka, tentunya masyarakat urban middle-class millennials yang memiliki pemikiran terbuka dan rasional akan menjadikan internet sebagai alternative sumber ilmu.
  • Kedepan perdepatan pemikiran keagamaan dan keabsahan ritual keagamaan akan makin dinamis. Akankah wajah islam akan tetap teduh atau berubah wajah menjadi garang, sedikit banyak dipengaruhi oleh kesantunan perdebatan masyarakat urban middleclass millennials sebagai generasi yang melek internetdan paling aktif di sosial media. (Sumber Alvara Research Center, 2016)

Konsep dasar

Tagline:

  • Mempertemukan Generasi Millenial Pencari Hikmah Dalam Satu Platform

Audiens Utama

  • Urban Middle Class Milenial
  • Umur pembaca: 18-24 dengan jumlah 44,47 %, 25-34 dengan jumlah 31,99%, 35-44 dengan jumlah 11,08%, 45-54 dengan jumlah 6,26% ,55-64 dengan jumlah 4,01%, 65+ dengan jumlah 2,18%.
  • Gender Laki-laki 58,6% dan Perempuan 41, 4%
  • Teknologi Mobile 80,3 %, Desktop 13, 4% dan Tablet 0,4%

Budaya Literasi

  • Pendidikan SD-SMA-Universitas